Feb 08

Pemkab Demak Miliki RPH Yang Representative

DEMAK – Saat ini Pemerintah Kabupaten Demak memiliki Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang representatif. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir. Wibowo melalui Kepala UPTD Pengembangan Ternak Sanawi, SE saat ditemui di Ruang kerjanya, Jum’at (8/2).
RPH tersebut mengalami perbaikan setelah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. “RPH ini kami perluas. Yang awalnya hanya seluas 8 x 9 meter persegi, saat ini luasnya menjadi dua kali lipat dan dilengkapi dengan peralatan yang memadahi seperti rel sistem,” terangnya.
Diakui Sanawi, RPH yang berlokasi di belakang kelurahan Bintoro itu memiliki tujuh bagian, diantaranya, tempat penurunan ternak (unloading), kandang pemeriksaan, kandang penampungan, jalan ternak dari kandang menuju tempat pemotongan (gangway), tempat cucian jeroan, tempat limbah padat, dan rumah kompos. “Untuk limbahnya kami olah sendiri menjadi kompos sehingga kemungkinan adanya polusi sangat minim sekali,” imbuhnya.
Saat ini, lanjut Sanawi, RPH milik Pemkab Demak ini setiap malamnya rata-rata memotong 3 sampai 4 ekor. Pihaknya terus berupaya untuk mengajak para pedagang daging sapi atau kerbau di Demak khususnya agar melakukan pemotongan di RPH resmi milik pemerintah guna memastikan setiap daging yang dihasilkan bisa memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).
Biaya retribusi RPH itu sendiri sebesar Rp. 25.000,- Per ekor. Menurut Sanawi, retribusi itu ditarik karena karena Pemerintah telah menyiapkan tempat pemotongan, pemakaian kandang dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak sebelum dan sesudah dipotong. “Jadi pemilik ternak tinggal membawa hewannya saja ke RPH,” terangnya.
Sanawi berharap, pihaknya bisa terus meningkatkan pelayanan sehingga masyarakat merasa puas dan banyak yang menggunakan jasa RPH ini. “Selain dari Demak sendiri, sementara yang sudah menggunakan jasa kami berasal dari Kudus, Purwodadi dan Semarang,” pungkasnya. (Humas Demak)