Mar 12

Wabup Demak Ajak Masyarakat Selamatkan PNPM

DEMAK – “Aset PNPM Mandiri harus diselamatkan, mengingat ada uang Negara yang dititipkan pada Desa, maka uang itu perlu dikelola dengan sungguh-sungguh berdasarkan peraturan yang ada. UPK BKAD ini merupakan kepanjangan tangan Pemerintah Kabupaten”, ujar Wakil Bupati Demak, Drs. H. Joko Sutanto saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) se-Kabupaten Demak di Ballroom Wakil Bupati, Selasa (12/3).

Wabup menilai, uang yang dikelola oleh UPK dapat disalurkan untuk membantu mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Demak. Mengingat masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Demak yang mencapai 12,4%. Pemerintah sendiri telah mengupayakan Validasi data “by name by addressí”, dimana penilaian kelayakan penerima bantuan ini dinilai langsung oleh masyarakat Desa, sehingga meminimalisir adanya monopoli data oleh oknum tertentu. Hal itu bertujuan agar bantuan yang akan diberikan dapat tepat sasaran. “Jika data penerima bantuan kemiskinan ini sesuai dengan semestinya, tidak ada lagi warga mampu yang ikut menerima bantuan, maka otomatis angka kemiskinan di Kabupaten Demak juga akan ikut turun” katanya.

Joko berharap, usai diadakan rapat koordinasi tersebut, dana yang dikelola disisihkan untuk bantuan sosial dan dialokasikan secara seragam untuk membantu merenovasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembangunan jamban sehat dimana daftar para penerima bantuan sesuai dengan data yang dimiliki dan hasil musyawarah Desa.

Dalam kegiatan tersebut, Joko Sutanto juga meminta para Camat untuk ikut merasa memiliki, konsisten dalam melakukan inovasi dan mendampingi UPK BKAD di masing-masing Kecamatan dalam menyalurkan CSR agar tepat sasaran dan selaras dengan program Pemerintah membangun RTLH dan sedekah jamban.

Joko Sutanto menegaskan, dalam upaya memajukan perekonomian dan kesejahteraan di Kabupaten Demak tidak akan mampu dijalankan sendiri oleh Pemerintah, namun perlu peran serta para pelaku ekonomi yang berada di masing-masing Desa. Maka dari itu otonomi Desa yang telah diberikan harus dimaksimalkan fungsinya untuk mendorong pelaku ekonomi kreatif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Demak secara keseluruhan.

Ia menghimbau kepada seluruh pengurus UPK BKAD untuk memasang umbul-umbul dan spanduk di depan kantor nya masing-masing, dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-516 Kabupaten Demak yang akan diperingati pada tanggal 28 Maret 2019 nanti.

Terakhir Joko menghimbau kepada seluruh peserta rakor untuk menghentikan penggunaan kemasan plastic sekali pakai dalam kegiatan apapun, hal ini merupakan wujud kontribusi dalam pengurangan sampah plastic yang semakin menumpuk. Ia mengajak untuk mengganti air minum kemasan dengan air minum dalam gelas dan botol minum yang dapat dicuci dan dipergunakan kembali, berbelanja dengan menggunakan tas belanja, juga menghentikan penggunaan kardus snack dan menggantinya dengan penggunaan piring saji.

Sementara itu Plt. Kepala Dinpermades P2KB Kabupaten Demak, Ahmad Nur Wahyudi, SH, MH menegaskan bahwa tujuan utama BKAD bukan hanya mencari keuntungan namun juga harus mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat dengan dana yang dikelola.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Seketaris Dinpermades P2KB, para Camat, serta jajaran pengurus UPK BKAD se-Kabupaten Demak. (Humas Demak)