Pelaksanaan BLUD Pada 27 Puskesmas Di Demak

DEMAK = 27 Puskesmas di Demak rencananya akan dirubah pengelolaannya menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di tahun 2019 ini. Sebagai tahap awal persiapan, seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Demak mengikuti Launching BLUD 27 Puskesmas Kabupaten Demak yang mengusung tema ‘Mari kita tingkatkan kinerja pelayanan kesehatan’ di Hotel Amantis, (2/4).

Sekeretaris Daerah kabupaten Demak dr. singgih Setyono, M.Kes saat memberikan pengarahan di depan peserta mengatakan, perubahan itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat “Dengan menjadi Badan Layanan Umum Daerah ini, maka diharapkan seluruh Puskesmas dapat merencanakan pendapatan dan pengeluaran secara efisien, transparan dan akuntabel,” ujar dia.

Dijelaskannya, nantinya masing-masing Puskesmas dituntut untuk mengelola sendiri manajemen keuangannya. Meski begitu, pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan. “Pelayanan kepada masyarakat harus diprioritaskan dan jangan mengutamakan untuk mencari keuntungan semata,” terang dia.

Dengan ditetapkannya puskesmas menjadi BLUD, tentu output yang diharapkan yakni dapat meningkatkan tanggung jawab dan profesionalisme seluruh jajaran puskesmas dalam menyajikan pelayanan kesehatan. “Setelah menjadi BLUD saya minta agar nantinya tidak ada lagi keluhan masyarakat terhadap kinerja puskesmas,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Guvrin Heru Putranto SKM, MM berharap penerapan BLUD tersebut tidak sekedar ganti baju dengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, tapi harus dapat mendorong kultur enterpreuner (inovatif, produktif, efisien, kreatif, gigih dan tanggung jawab) pada 27 puskesmas di Demak. (R3)

27 Puskesmas di Demak rencananya akan dirubah pengelolaannya menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di tahun 2019 ini. Sebagai tahap awal persiapan, seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Demak mengikuti Launching BLUD 27 Puskesmas Kabupaten Demak yang mengusung tema ‘Mari kita tingkatkan kinerja pelayanan kesehatan’ di Hotel Amantis, (2/4).

Sekeretaris Daerah kabupaten Demak dr. singgih Setyono, M.Kes saat memberikan pengarahan di depan peserta mengatakan, perubahan itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat “Dengan menjadi Badan Layanan Umum Daerah ini, maka diharapkan seluruh Puskesmas dapat merencanakan pendapatan dan pengeluaran secara efisien, transparan dan akuntabel,” ujar dia.

Dijelaskannya, nantinya masing-masing Puskesmas dituntut untuk mengelola sendiri manajemen keuangannya. Meski begitu, pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan. “Pelayanan kepada masyarakat harus diprioritaskan dan jangan mengutamakan untuk mencari keuntungan semata,” terang dia.

Dengan ditetapkannya puskesmas menjadi BLUD, tentu output yang diharapkan yakni dapat meningkatkan tanggung jawab dan profesionalisme seluruh jajaran puskesmas dalam menyajikan pelayanan kesehatan. “Setelah menjadi BLUD saya minta agar nantinya tidak ada lagi keluhan masyarakat terhadap kinerja puskesmas,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Guvrin Heru Putranto SKM, MM berharap penerapan BLUD tersebut tidak sekedar ganti baju dengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, tapi harus dapat mendorong kultur enterpreuner (inovatif, produktif, efisien, kreatif, gigih dan tanggung jawab) pada 27 puskesmas di Demak. (Humas Demak)

Bagikan