Apr 15

PLN UP3 Demak Turut Sukseskan Pemilu 2019

DEMAK – Menghadapi pemilu 2019, PLN UP3 Demak berupaya untuk meningkatkan keandalan jaringan serta kualitas pelayanan melalui kegiatan pemeliharaan jaringan dengan sistem Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Tim tersebut merupakan bagian dari tim pemeliharaan rutin dengan pelayanan tanpa padam.
Demikian disampaikan Manajer PLN UP3 Demak Ahmad Samsuri di sela kegiatan pemeliharaan jaringan listrik, Selasa (9/4). “Mengingat Pemilu 2019 tinggal menghitung hari lagi, maka PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Demak berupaya menjaga keandalan pasokan listrik. Sehingga proses penghitungan dan rekapitulasi suara berjalan lancar,” ungkapnya.
Pada dasarnya, lanjut Samsuri, listrik padam ada dua jenis yakni pemadaman akibat force majeure dan terencana. Force majeure terjadi karena dampak dari hal-hal tak terduga seperti bencana. Sedangkan pemadaman terencana terkait pemeliharaan jaringan.
Ahmad Samsuri yang di dampingi Manajer Bagian Jaringan M Gati Jayeng dan Humas Bagus Prasojo juga menyampaikan, dengan agenda Pemilu 2019, kegiatan pemeliharaan jaringan juga dioptimalkan khususnya pada jalur-jalur utama. Salah satunya dengan PDKB, yang bertujuan agar proses peremajaan jaringan bertegangan tinggi hingga 20.000 volt itu tidak mengganggu kegiatan 696.000 pelanggan PLN UP3 Demak, baik kelompok rumah tangga maupun usaha atau industri.
Meski PDKB berisiko, terang dia, namun selama dikerjakan sesuai SOP dan dilengkapi peralatan canggih dan menggunakan alat pelindung, diyakini tidak akan ada masalah atau nol risiko. Pada saat yang sama pelanggan dapat tetap melanjutkan aktifitas.
“Maka PDKB menjadi keharusan demi menjaga kontinyuitas pasokan listrik serta berdampak pada kepuasan pelanggan. Sebab jika harus memadamkan satu jalur saat pemeliharaan, banyak pelanggan bakal terdampak pemadaman. Berkat adanya pemeliharaan rutin, lanjut M Gati Jayeng, terjadi penurunan gangguan pada penyulang jalur utama hingga 31 persen. Dari semula 216 gangguan pada 2017 menjadi 147 pada 2018. Utamanya sejak adanya PDKB pada April 2018,” lanjut Samsuri.
“Dengan kekuatan 210 personel siaga ditambah 60 orang dari vendor serta 5 unit alat berat, PLN semaksimal mungkin menjaga kontinyuitas pasokan secara sistem. Khususnya saat Pemilu 2019, diharapkan tidak ada padam, kecuali ada gangguan force majeur atau bencana,” pungkasnya. (Humas Demak)