Apr 15

Apel Siaga Patroli Pengawasan Masa Tenang

DEMAK – Bawaslu Kabupaten Demak selenggarakan apel siaga pengawasan masa tenang yang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Demak Khoirul Saleh di Alun-alun Simpang Enam Demak, Jumat (12/4). Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bupati Drs. Dwi Heru Asyanto, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Demak Edi Suntoro, SE., Ketua Panwas Kecamatan dan seluruh pengawas desa/kelurahan dan pengawas TPS se-Kabupaten Demak.
Dalam amanatnya, Khoirul membacakan sambutan Ketua Bawaslu RI Abhan, SH. Ia menyampaikan, aspek keserentakan dari pemilu kali ini menjadi ujian besar bagi Bawaslu sebagai Lembaga pengawas pemilu yang telah 11 tahun mendedikasikan dirinya menjaga hak pilih rakyat. “Kita telah melakukan berbagai upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam menghadapi setiap tahapan pemilu termasuk menyiapkan penyelenggaraan pengawasan masa tenang, hari pungut hitung dan rekapitulasi serta kesiapan penanganan pelanggaran dan potensi sengketa proses pemilu”, jelas Khoirul.
Ia juga mengatakan, sebelum memasuki pemungutan dan penghitungan suara di tanggal 17 April terlebih dahulu diperhadapkan dengan tugas mengawasi masa tenang yang dimulai dari tanggal 14 sampai dengan 16 April. “Masa ini merupakan salah satu fase krusial dalam pelaksanaan pemilu yang akan menguji integritas seluruh elemen bagsa termasuk didalamnya Bawaslu dan peserta pemilu. Berdasarkan pengalaman masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik-praktik kecurangan: politik uang, propaganda isu SARA, penyebaran berita bohong untuk saling menjatuhkan diantara sesama peserra, bahkan tak jarang terjadi benturan kekerasan antar massa pendukung peserta pemilu,” katanya.
Menurutnya, salah satu persoalan klasik lainnya yang sering dihadapi di setiap penyelenggaraan pemilu yaitu kecenderungan peserta dan calon menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi politik, termasuk melibatkan uang dalam jumlah yang tidak rasional untuk mempengaruhi pilihan masyarakat pemilih. “Politik uang jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan demokrasi serta meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengawas pemilu bersama-sama dengan masyarakat kita tolak dan lawan politik uang demi pemilu yang bersih, berintegritas dan bermartabat,” tegas Khoirul.  (Humas Demak)