May 29

Jangan Terlena Saat Belanja di Pasar Murah

DEMAK – Pemerintah kabupaten Demak menggelar kegiatan pasar murah tujuh kali  selama bulan ramadlan di tujuh kecamatan. Program kerakyatan ini dimaksudkan untuk membantu warga dalam memenuhi kebutuhan warga dibulan ramadlan dan menjelang lebaran. Selain itu juga sebagai ajang promosi dan mengenalkan produk unggulan UMKM serta merupakan salah satu bentuk kepedulian social melalui CSR dari BUMD/BUMN. Menurut kepala dinas perindagkop dan UMKM dra. Siti Zuarin MM segala kebutuhan Sembilan bahan pokok tersedia dipasar murah dan harganya pun pasti lebih murah dari harga pasar. “beragam kebutuhan pokok harian ada dipasar murah dari gula,minyak,beras, fashion hingga makanan minuman untuk lebaran, dan dijamin harganya sangat murah dari warung maupaun toko lain”.

Ditambahkan bahwa pasar murah tingkat kabupaten ini telah dilaksanakan di tujuh kecamatan yakni di desa ngelo kec. Mijen, desa kedung waru kidul kec.Karanganyar, desa banjarsari kec.Gajah, desa nglampok kecKebonagung,desa sidomulyo kec Dempet,desa donorejo kec. Karang tengah dan yang terakhir di desa mulyorejo kec. Demak kota. Kegiatan yang mendukung masyarakat kurang mampu ini diikuti oleh para pelaku usaha dan tim penggerak PKK baiak kabupaten maupun kecamatan. Bagi pelaku usaha manapun dapat mengikuti kegiatan social ini dengan mengurangi harga minimal Rp.1.000,- per itemnya. Karena Hanya dipasar murah harga harga kedapatan lebih murah dari lainya. Dari pantauan dilapangan saat diselenggarakanya pasar murah antusias warga setempat sangat tinggi mereka memenuhi lapangan untuk mencari barang yang dibutuhkan, seolah mereka lupa bahwa hari itu bulan ramadlan. Hampir seluruh dagangan yang dijual kurang dari dua (2) jam laris manis.

Sementara itu bupati Demak HM.Natsir saat menyempatkan waktu meninjau pellaksanaan pasar murah terakhir di desa mulyorejo menyampaikan pada masyarakat setempat bahwa warga yang berbelanja kususnya kaum ibu jangan sampai terlena dengan menghabiskan uangnya untuk belanja. Karena masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi oleh warga pasca lebaran, misalkan biaya sekolah anak ditahun ajaran baru.(rdy)

Pemerintah kabupaten Demak menggelar kegiatan pasar murah tujuh kali  selama bulan ramadlan di tujuh kecamatan. Program kerakyatan ini dimaksudkan untuk membantu warga dalam memenuhi kebutuhan warga dibulan ramadlan dan menjelang lebaran. Selain itu juga sebagai ajang promosi dan mengenalkan produk unggulan UMKM serta merupakan salah satu bentuk kepedulian social melalui CSR dari BUMD/BUMN. Menurut kepala dinas perindagkop dan UMKM dra. Siti Zuarin MM segala kebutuhan Sembilan bahan pokok tersedia dipasar murah dan harganya pun pasti lebih murah dari harga pasar. “beragam kebutuhan pokok harian ada dipasar murah dari gula,minyak,beras, fashion hingga makanan minuman untuk lebaran, dan dijamin harganya sangat murah dari warung maupaun toko lain”.

Ditambahkan bahwa pasar murah tingkat kabupaten ini telah dilaksanakan di tujuh kecamatan yakni di desa ngelo kec. Mijen, desa kedung waru kidul kec.Karanganyar, desa banjarsari kec.Gajah, desa nglampok kecKebonagung,desa sidomulyo kec Dempet,desa donorejo kec. Karang tengah dan yang terakhir di desa mulyorejo kec. Demak kota. Kegiatan yang mendukung masyarakat kurang mampu ini diikuti oleh para pelaku usaha dan tim penggerak PKK baiak kabupaten maupun kecamatan. Bagi pelaku usaha manapun dapat mengikuti kegiatan social ini dengan mengurangi harga minimal Rp.1.000,- per itemnya. Karena Hanya dipasar murah harga harga kedapatan lebih murah dari lainya. Dari pantauan dilapangan saat diselenggarakanya pasar murah antusias warga setempat sangat tinggi mereka memenuhi lapangan untuk mencari barang yang dibutuhkan, seolah mereka lupa bahwa hari itu bulan ramadlan. Hampir seluruh dagangan yang dijual kurang dari dua (2) jam laris manis.

Sementara itu bupati Demak HM.Natsir saat menyempatkan waktu meninjau pellaksanaan pasar murah terakhir di desa mulyorejo menyampaikan pada masyarakat setempat bahwa warga yang berbelanja kususnya kaum ibu jangan sampai terlena dengan menghabiskan uangnya untuk belanja. Karena masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi oleh warga pasca lebaran, misalkan biaya sekolah anak ditahun ajaran baru. (rdy)

Bagikan