Jun 12

Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui BUMP

DEMAK – Sektor Pertanian di Kabupaten Demak merupakan salah satu sektor prioritas dalam pembangunan di Kabupaten Demak. Komoditas padi merupakan komoditas utama yang menjadi target dalam swasembada pangan. Untuk menjaga kestabilan harga diperlukan lembaga ekonomi yang kuat di tingkat petani. Hal itu diungkapkan oleh Kepala dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Ir. Wibowo saat meresmikan launching Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT. Tasbiha Mulia Tani di desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah Kabupaten Demak, Selasa (11/6).
Menurutnya, BUMP merupakan kelembagaan usaha berbadan hukum yang mensinergikan kegiatan bisnis dengan pemberdayaan masyarakat tani yang dijalankan secara korporasi yang berorientasi keuntungan untuk mendorong kemandirian petani. Untuk itu pihaknya sangat apresiatif atas proyek tersebut dan berharap semoga BUMP yang sudah terbentuk dapat dijalankan dengan baik.
Dengan berdirinya BUMP, lanjut Bowo, petani dapat menjual produk pertanian via online yang tentunya harga dibuat oleh BUMP. “Petani akan memiliki posisi tawar yang kuat karena yang menentukan harga adalah petani sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, dengan kemasan vakum yang menarik akan meningkatkan nilai jual. “Saat ini masyarakat sudah cerdas dengan mengkonsumsi beras yang lebih sehat. Masalah harga menjadi pertimbangan berikutnya. Tentunya dengan kemasan menarik harga juga akan lebih tinggi sehingga kesejahteraan petani juga akan lebih baik,” terang Bowo.
Direktur PT. Tasbiha Mulia Tani Ir. Heri Sugihartono menjelaskan, ada empat varian beras yang diproduksi oleh PT tersebut. Diantaranya, beras mlati, beras merah, beras hitam dan beras Genki. Masing-masing variant tersebut memiliki manfaat untuk kesehatan. “Beras organik yang dijual dengan harga mulai 18 ribu rupiah sampai 40 ribu rupiah per kilogramnya ini mempunyai manfaat besar untuk kesehatan karena mengandung anti oksidan dan berkadar gula rendah,” paparnya.
Selama proses produksi pihaknya melibatkan sekitar 80 petani. “Produk kami didistribusikan di Demak dan sekitarnya dan permintaan paling banyak saat ini dari Jakarta,” tambahnya. (Humas Demak)