Jul 08

Grebeg Besar Menjadi Kebanggaan Warga Demak

DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak setiap tahun menyelenggarakan kegiatan Grebeg Besar yang rutin dilakukan untuk meneruskan tradisi warisan budaya leluhur yang sudah turun temurun. Tradisi itu merupakan nilai kebudayaan yang sangat langka dan berharga.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak Dra. Tatik Rumiyati saat ditemui disela kesibukannya pada Jum’at (5/7) mengatakan bahwa, menurut rencana, pembukaan Grebeg Besar Demak diselenggarakan di Pendopo Satya Bhakti Praja Jumat, 19 Juli 2019. Sedangkan kegiatan grebeg besar berlangsung selama sebulan di lapangan tembiring Jogo Indah sampai 18 Agustus mendatang.
Tatik menjelaskan, rangkaian kegiatan grebeg besar diawali dengan Pisowananan Bupati Demak kepada Sesepuh Kadilangu yang bertempat di Pendopo Notobatran Kadilangu Demak tanggal 15 Juli 2019 pukul 13.00 WIB. Selanjutnya ziarah pada hari Kamis, 18 Juli 2019 Pukul 15.30 WIB ke Makam Sultan Fatah yang berada di Komplek Masjid Agung Demak dan makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak.
Tatik juga menyampaikan, Grebeg Besar merupakan sebuah fenomena yang sangat menarik karena acara tersebut menggambarkan peristiwa nyata yaitu, menyatunya pejabat dengan rakyat tanpa memandang status sosial yang berkumpul dalam satu tempat sehingga tampak sebuah keramaian umat manusia di jalan protokol Kabupaten Demak. “Banyaknya pedagang yang berjualan di pinggir jalan juga menambah keriuhan di lokasi tersebut,” ungkapnya.
Kabid Obyek Daya Tarik Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Sutomo mengatakan, Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak. Grebeg Besar Demak biasanya lebih di kenal masyarakat dengan istilah Besaran. “Yang paling menjadi perhatian warga di Kabupaten Demak yaitu ada kegiatan iring-iringan tumpeng sembilan yang diarak mulai dari Pendopo Kabupaten Demak menuju serambi depan Masjid Agung Demak pada Sabtu, 10 Agustus 2019 pukul 19.00 WIB,” katanya.
Sutomo menjelaskan, tumpeng tersebut berjumlah sembilan atau songo, bentuknya kerucut yang dilengkapi dengan sayur mayur dan lauk pauk yang mencerminkan kebesaran dan jumlah wali sembilan orang, yaitu Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Dradjat, Sunan Kalijogo, Sunan Muria, Sunan Kudus dan Sunan Gunungjati.
Selain itu yang lebih menarik lagi, tambahnya, pada tanggal 10 Dzulhijah tepatnya Minggu, 11 Agustus 2019 pukul 08.00 WIB ada acara yang benar-benar dinantikan oleh masyarakat sekitar. “Yaitu iring-iringan Prajurit Patang Puluhan yang diiringi musik dan kesenian tradisional start dari Pendopo Kabupaten Demak dan berakhir di Makam Sunan Kalijaga yang terletak di Kelurahan Kadilangu Demak,” pungkas Sutomo. (Humas Demak)