Bupati Demak dan Jajarannya Rutin Lakukan Ini Tiap Tahun
>
>
Bupati Demak dan Jajarannya Rutin Lakukan Ini Tiap Tahun

DEMAK – Bupati Demak, HM. Natsir, Wakil Bupati Demak Drs. Joko Sutanto, beserta Forkopimda dan para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak melaksanakan ziarah ke makam Sultan Raden Fatah dan para raja pendiri Kota Wali yang berada di belakang kompleks Masjid Agung Demak, serta ke makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Kamis (18/7). Tradisi ziarah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun dalam rangkaian prosesi perayaan Grebeg Besar Kabupaten Demak, tak terkecuali pada tahun 2019 ini. Demikian disampaikan Ketua Masjid Agung Demak KH. Abdullah Syifa’ saat ditemui usai acara.
Dijelaskannya, kegiatan tersebut dilakukan untuk mengingat sejarah perjuangan para pendahulu dan pemerintah Kabupaten Demak sebelumnya sekaligus juga mengenang jasa-jasanya dalam syiar agama. Raden Fattah lahir pada tahun 1448 Masehi (1370 Saka), beliau adalah putra Raja Majapahit ke 11 yaitu Raden Kertabumi (Prabu Brawijaya V).
Kembali ke sejarah, lanjut Dia, pada saat usia 14 tahun Raden Fattah berguru dengan para wali sehingga beliau diberi nama Raden Fattah. Atas petunjuk dan bimbingan para wali, Raden Fattah bersama masyarakat membangun sebuah masjid yang sekaligus dijadikan pesantren di Glagah Wangi. Hal itu menjadi cikal bakal berdirinya Masjid Agung Demak dengan ditandai ‘condro sengkolo Nogo Mulat Saliro Wani’ atau prasasti yang bermakna 1466 Masehi.
“Mengenang jasa Sultan Fatah masa lampau, tentunya kita juga dapat mengingat kembali sejarah kebesaran dan kejayaan Islam di nusantara. Apalagi Sultan Fatah merupakan pemimpin Kerajaan Islam pertama di Tanah Jawa,” katanya.
“Sultan Fatah juga dapat kita jadikan tauladan karena merupakan seorang ulama yang umara, sekaligus umara yang ulama. Keteladanan tersebut bukan saja ditunjukkan melalui ritual-ritual ibadah dan amal kebaikan saja, namun juga nilai keteladanan dalam menjaga dan mengembangkan kerukunan dan toleransi kehidupan bermasyarakat. Ini dikarenakan heterogenitas masyarakat memerlukan sikap toleransi yang tinggi dan mengembangkan sikap saling menghargai,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan tahlil dan tabur bunga di makam leluhur tersebut. Ziarah kemudian dilanjutkan ke Makam Sunan Kalijaga di Kelurahan Kadilangu. Dalam rangkaian prosesi perayaan grebeg besar, sebelumnya, Senin lalu juga telah diselenggarakan pisowanan atau silaturahmi ke sesepuh Kadilangu di Sasana Rangga. (Humas Demak)

Bagikan
Jam (Aktif) With JavaScript

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart