43 Siswa Madin Islahiyyah Mranggen Ikuti Wisuda
>
>
43 Siswa Madin Islahiyyah Mranggen Ikuti Wisuda

DEMAK – 43 siswa Madrasah Diniyyah Ibtidaiyyah Islahiyyah Kauman Kecamatan Mranggen mengikuti wisuda ke-23 tahun ajaran 2018/2019. Acara yang digelar di halaman Madin Islahiyyah itu dihadiri oleh Bupati Demak, Kepala Biro Kesra Provinsi Jawa Tengah dan segenap pengelola yayasan Nurussalam, Sabtu (20/7).
Dalam sambutannya Bupati Demak HM. Natsir mengucapkan selamat kepada anak-anak yang telah berhasil melaksanakan tahapan pendididikannya. ”Keberhasilan yang kalian peroleh merupakan wujud dari hasil belajar yang selama ini telah kalian laksanakan,” ucap Natsir.
Bupati berharap agar anak-anak tidak lekas puas diri dan tetap lakukan koreksi diri terhadap apa yang telah dilakukan agar ke depan mendapat prestasi yang lebih baik lagi. ”Terus tingkatkan dan perdalam ilmu agama yang telah diperoleh. Karena ilmu agama sangat dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan zaman,” katanya.
Dijelaskannya, Anak-anak merupakan generasi pembangunan. Ilmu agama yang diperoleh akan digunakan sebagai pedoman hidup nantinya. ”Maka dari itulah kompetensi pendidikan yang dimiliki harus diimbangi dengan jiwa yang selalu berpedoman dengan nilai Islami dan semua dapat kalian dapatkan di Madin,” jelasnya.
Kepada para orang tua/wali murid, Bupati berharap untuk terus mengarahkan dan mengawal perkembangan pendidikan putra-putrinya, sehingga keberhasilan dapat diraih pada jenjang pendidikan berikutnya.
Kepada segenap pengurus dan pengajar Madin Ibtidaiyyah ”Ishlahiyyah”, Bupati mengungkapkan rasa terimakasih telah banyak memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pendidikan di Kabupaten Demak, terutama dengan metode pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan.
Kepala Biro Kesra Provinsi Jawa Tengah, Drs. Imam Maskur, M.Si. mengatakan Madrasah Diniyyah ataupun Pondok Pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan islam harus bisa mencetak Sumber Daya Manusia yang akhlakul karimah. ”Tidak bisa dipungkiri lembaga pendidikan berbasis agama mempunyai peranan penting dalam proses pembangunan bangsa karena menjadi salah satu mesin pencetak SDM yang berkualitas dan berkarakter,” ujarnya.
Kepada anak-anak, Dia berpesan harus selalu waspada di tengah era kebebasan berpendapat banyak orang yang suka menebarkan hoax. ”Jangan terpengaruh berita bohong, demikian pula paham radikalisme, terorisme, intoleransi, bullying dan ujaran kebencian, juga menjadi ancaman nyata bagi Indonesia. Tidak usah main narkoba, tawuran atau geng-gengan. Itu semua tidak keren dan tidak bikin happy. Tetep hormat terhadap orang tua dan jangan sampai terjadi kasus seperti di medsos di dunia pendidikan Jawa Tengah,” pungkasnya. (Humas Demak)

Bagikan
Jam (Aktif) With JavaScript

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart