Kecamatan Gajah, Pioneer Pencegahan Stunting
>
>
Kecamatan Gajah, Pioneer Pencegahan Stunting

DEMAK – Sebagai upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Demak, Sekretaris Daerah dr. Singgih Setyono, M. Kes. hadir dalam acara kampanye dan komitmen bersama dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting, tepatnya di Desa Sari, Kecamatan Gajah, Senin (5/8).
Pada kegiatan tersebut sekaligus dilakukan penandatanganan komitmen bersama pencegahan dan penanggulangan stunting oleh Sekda dr. Singgih Setyono, M. Kes, Kepala Dinas Kesehatan Ghufrin Heru Putranto, SKM. M. Kes, Forkopimcam dan Kepala Desa se-Kecamatn Gajah.
Singgih mengatakan ini bentuk komitmen pemerintah dalam upaya mencegah terjadinya Stunting terhadap anak-anak di Kabupaten Demak khususnya di Kecamatan Gajah untuk menghasilkan anak-anak generasi penerus yang sehat, cerdas dan produktif.
Lebih lanjut Singgih menjelaskan faktor rendahnya pendidikan orang tua juga sangat berpengaruh terhadap stunting karena kurangnya pengetahuan mereka tentang kesehatan anak dan ibu. Dimulai saat hamil harus diperiksa rutin di Posyandu atau Puskesmas, agar asupan gizi dan protein ibu hamil itu nantinya dapat terkontrol.
Sekda memberikan apresiasi kepada Kecamatan Gajah yang telah menjadi pioneer kegiatan pencegahan stunting tersebut. “Penanganan stunting tidak bisa diatasi sendiri dan harus dikeroyok secara bersama-sama,” katanya.
Menurutnya, di Kecamatan Gajah balita stunting berjumlah 137 anak. Sedangkan di Desa Sari sendiri ada 29 anak, dengan catatan 2 anak tergolong sangat pendek dan 27 anak tergolong pendek.
“Menangani 137 anak stunting ini tidaklah susah asal tidak ada yang mbeling. Dengan mengkonsumsi makanan dengan menu sehat yang pas, serta dengan dukungan dari berbagai pihak, harusnya Gajah bisa lebih cepat dari pada yang lainnya,” ungkap Singgih.
Camat Gajah Drs Agung widodo, MM. mengatakan, kegiatan penanganan stunting ini sudah direncanakan melalui musyawarah desa pada awal tahun 2019. “Kami menyadari masalah ini sebagai masalah bersama. Untuk itu mulai hari ini akan kita laksanakan selama 120 hari ke depan memberikan makanan tambahan kepada anak stunting secara serentak di 17 Desa Se-Kecamatan Gajah dan akan selesai pada tanggal 2 Desember 2019 nanti,” jelas Agung.
Ditambahkannya, pemahaman orang tua juga harus dibina. Oleh karenanya Tim dari Kecamatan sudah menyusun menu dengan mempertimbangkan nilai gizinya, sehingga selama 120 hari akan tercukupi. “Pemberian makanan bergizi tidak hanya sekali sehari, tetapi sehari tiga kali dan makan di tempat sehingga balita tersebut dipastikan makan makanan tersebut,” pungkasnya. (Humas Demak)

Bagikan
Jam (Aktif) With JavaScript

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart