Dinkesda Demak Gencarkan Temu Kasus TBC Melalui ACF Dengan X-Ray Portable Di Pondok Pesantren Girikusumo

DEMAK – Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak melalui kegiatan Tracing TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-Ray portable, Kamis (2/7/2026), di Pondok Pesantren Girikusumo wilayah kerja Puskesmas Mranggen III.

Kegiatan ini melibatkan lintas sektor dan tenaga profesional, di antaranya Kepala Bidang P2P Dinkesda Demak, Ketua Tim P2PM & PL, Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi, Tim TBC Dinkesda, Dokter Spesialis Radiologi RSUD Sultan Fatah, PIC X-Ray RSUD Sunan Kalijaga bersama tim radiografer PARI, Tim TBC dan CKG Puskesmas Mranggen III, serta kader MSI TBC Demak.

Pelaksanaan skrining dilakukan melalui pemeriksaan rontgen dada menggunakan X-Ray portable dengan pembacaan langsung oleh dokter spesialis radiologi dan didukung empat radiografer profesional. Metode ini memungkinkan deteksi dini kasus TBC secara lebih cepat dan akurat, khususnya pada kelompok berisiko di lingkungan pesantren.

Kepala Bidang P2P Dinkesda Demak menyampaikan bahwa pendekatan Active Case Finding menjadi strategi penting dalam menemukan kasus TBC yang belum terdeteksi.

“Dengan metode ACF dan dukungan teknologi X-Ray portable, kami dapat menjangkau kelompok berisiko secara langsung, sehingga penemuan kasus TBC dapat dilakukan lebih cepat dan penanganan bisa segera diberikan”, ujarnya.

Dari total 100 peserta yang mengikuti pemeriksaan, diperoleh hasil sebagai berikut: 1 peserta dengan hasil rontgen positif dan dilanjutkan pemeriksaan TCM, 24 peserta bergejala dengan hasil rontgen negatif yang juga dirujuk untuk pemeriksaan TCM, 17 peserta masuk kategori Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Sensitif Obat (SO), serta 11 peserta kategori TPT Resisten Obat (RO).

Perwakilan tim TBC Dinkesda menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada penemuan kasus, tetapi juga tindak lanjut pengobatan dan pencegahan.

“Kami memastikan seluruh peserta yang terindikasi akan mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan intervensi sesuai standar, termasuk pemberian TPT bagi yang memenuhi kriteria”, jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan cakupan penemuan kasus TBC secara aktif, mempercepat penanganan, serta menekan penularan di masyarakat, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

Dinkesda Kabupaten Demak terus berkomitmen mendukung program nasional eliminasi TBC melalui inovasi pelayanan, kolaborasi lintas sektor, dan pendekatan berbasis komunitas. (Kesmas_Promkes PM)