Virdian Tri Sulistyanto, S.Psi, Penyuluh KB Mranggen Demak Raih Juara II PKB Teladan Tingkat Provinsi Jawa Tengah

DEMAK - Virdian Tri Sulistyanto, S.Psi, Penyuluh KB Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, berhasil meraih Juara II dalam lomba Penyuluh KB Teladan tingkat Provinsi Jawa Tengah. Keberhasilan ini turut mendapat sorotan langsung dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah drg. Widwiono, M.Kes, yang menyambangi Balai Penyuluhan KB (BPKB) Mranggen pada Rabu, 11 Mei 2022.

Selain menyampaikan ucapan selamat secara langsung, kehadiran Kaper BKKBN Jateng ini sekaligus sebagai ajang pembinaan dan pengarahan lanjutan terkait target capaian program Banggakencana, khususnya program KB. Momen ini turut dihadiri oleh Kabid P2PP Dinpermades P2KB Kabupaten Demak Sukardjo, SKM, M.Kes, berikut perwakilan PKB dari tiga kecamatan lainnya yakni Demak, Sayung, dan Karangawen.

Widwiono berharap agar Penyuluh KB Jateng dapat menjadi contoh nasional. Adapun langkah awal untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan membenahi pelaporan dan pencatatan KB pasca persalinan (KBPP), sehingga mampu mendongkrak jumlah peserta KB baru (PB). ”Semua faskes yang melayani persalinan dibuat K/0nya, didata. Itu nanti kita dapat PB dari situ. Kita dapat PB dari KBPP itu keren”, tegas Widwiono.

Pihaknya pun optimis, melalui link KBPP yang diberikan, dapat memudahkan setiap Penyuluh KB untuk melakukan Evaluasi Mandiri (EDI) capaian program KB di wilayahnya masing- masing. Sejumlah data pun dapat terpantau, meliputi jumlah PUS, PB, Unmet need, CPR dan PA. Khusus untuk unmet need, indikator PUS Tidak Ingin Anak Lagi (TIAL) dan Ingin Anak Tunda (IAT) yang angkanya tetap, berarti menandakan kurangnya intervensi pada sasaran tersebut. Inilah yang sekiranya perlu diperhatikan, selain tentunya menjadikan Penyuluh KB lebih “melek data” capaian program.

Widwiono juga mengapresiasi atas inovasi “Pelayanan KB Malam Hari” Koordinator BPKB Mranggen, yang menghantarkan Virdian menjadi terbaik kedua PKB Teladan tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Saya harap inovasi tersebut dapat ditularkan pula pada rekan-rekan di 13 kecamatan lainnya, semata demi kemajuan dan kesuksesan program Banggakencana”, pungkas Widwiono. (Tim IPeKB Demak)