10.000 Warga Desa Sriwulan Mengungsi Akibat Tanggul Jebol

DEMAK – Banjir Rob akibat naiknya permukaan air laut di wilayah pesisir utara Jawa Tengah menyebabkan beberapa wilayah terendam banjir akibat dua tanggul jebol di kali miyong Desa Sriwulan Kecamatan Sayung, menyebabkan sekitar 2.000 rumah warga terendam. Sehubungan dengan fenomena parigee (jarak terdekat bumi dengan Bulan yang menyebabkan fase puncak pasang air laut tertinggi) hingga 25 Mei 2022.

Diperkirakan dua tanggul sungai jebol sepanjang 30 meter dan 25 meter pada Senin dini hari 23/5/2022 pukul 22.00 WIB ucap seorang warga, Banjir setinggi pinggang orang dewasa (1.5 meter) mengakibatkan rumah terendam banjir rob, listrik padam dan aktivitas warga terganggu serta sulitnya mendapatkan air bersih, bahkan beberapa kendaraan seperti motor dan mobil ikut terendam. Banyak warga berbondong-bondong untuk mengungsi ke rumah warga yang lebih tinggi dan tempat Ibadah. Daerah terdampak Bajir Rob terparah berada di RW VIII yang meliputi 76 RT dengan jumlah penduduk kurang lebih 2.700 KK atau 10.000 jiwa.

Menurut  Zamroni selaku Kepala Desa Sriwulan, Hingga saat ini pemerintah Desa telah menggelar beberapa posko penanganan banjir darurat. ”Kita meminimalisir korban dengan membangun beberapa dapur umum dan membagikan logistik makanan”, ungkapnya.

Pihaknya, telah berkoordinasi dengan BPBD untuk mendapatkan air bersih, DinsosP2PA, BAZNAS dan PMI.

Selasa (24/5/2022) Kepala Dinputaru Akhmad Sugiharto, ST, MT mendampingi Bupati Demak dr. Hj Eisti’anah, SE beserta Pj. Sekda Drs. Eko Pringgolaksito, Dandim 0716/Demak Letkol Czi Pribadi Setya Pratomo dan Ketua BAZNAS Bambang Susetiarto langsung terjun ke lokasi tanggul jebol untuk memantau kondisi tanggul sungai. Secara simbolis diserahkan pula bantuan kepada Kepala Desa Sriwulan Zamroni di Kantor Desa setempat.

Bupati meminta Kepala Dinputaru untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak BBWS Pemali-Juana Semarang untuk teknis terkait perbaikan tanggul sungai miyong supaya bisa segera tertangani. (Dinputaru)