Aplikasi CME Terus Berkembang Dalam Upaya Penurunan Stunting

Demak – Puskesmas Bonang II menerima kuker dari Tim Kunjungan Daerah Pelaksanaan Aksi Integrasi Program dan Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting yang terdiri dari pejabat Bappenas dan Tenaga Ahli Independent melalui Sekretariat Wakil Presiden untuk Program Investing in Nutrition Early Years (INEY).

Tim diterima secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Demak Guvrin Heru Putranto didampingi  Kepala Puskesmas Bonang II Indah Kusumawati beserta Forkopimcam Bonang di Aula Puskesmas Bonang II.

Dalam kunjungannya perwakilan dari INEY, Haris mengatakan, kuker bertujuan untuk penguatan kapasitas advokasi kebijakan program dan kegiatan percepatan stunting di daerah, melakukan monitoring, pendampingan dan pembelajaran sebagai bahan masukan dalam replikasi di tingkat daerah dan penyusunan kebijakan di tingkat pusat.

Dirinya melihat inovasi Cengkraman Mata Elang (CME) saat dipaparkan oleh BAPPEDA Demak dalam pertemuan upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Demak menarik perhatian dari BAPPENAS.

Ia berharap inovasi CME bisa terus dikembangkan sehingga layak untuk di replikasi ke tingkat nasional. “Kami sangat puas dengan CME, saya berharap inovasi ini dapat berkembang dan layak di replikasi ke Nasional.”

Kadinkes Guvrin Heru Putranto dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada tim. Inovasi Cengkraman Mata Elang (CME) muncul dari Puskesmas Bonang II dalam ikut mengentaskan permasalahan Kesehatan Ibu dan anak di Kabupaten Demak.

“Awalnya inovasi ini hanya sebagai early warning system untuk Akselerasi penurunan AKI dan AKB. Saat ini berkembang dalam upaya penanggulangan Stunting,”kata Guvrin.

Sementara, Kepala Puskesmas Bonang II Indah Kusumawati mengatakan, inovasi CME telah direplikasi Puskesmas di Kabupaten Demak  . Ia menjelaskan, CME memiliki 2 keunikan yaitu pemberdayaan masyarakat terstruktur dengan cara mensinergiskan antara pemerintah desa, masyarakat maupun tenaga kesehatan yang menghasilkan terlatihnya kader CME dan Kader Stunting di tiap-tiap RW, kepengurusan tingkat desa dengan SK kepala desa dan Ketua TP PKK Desa (Ibu lurah sebagai ketua) serta adanya mobil siaga di tiap-tiap desa yang telah di support oleh Dinpermades.

“Dengan pemanfaatan teknologi sehingga berbasis digital , mengambarkan inovasi ini mudah, sederhana, cepat, efektif serta mampu menjangkau sasaran lebih luas lagi,”pungkasnya. (kominfo/ist)