Bupati Demak Tinjau Gudang Logistik KPU Jelang Pemilu 2024

DEMAK – Untuk memastikan pelaksanaan pemilu berjalan lancar tanpa ada kendala dalam pencoblosan dan kesiapan pemilu serentak tahun 2024, Bupati Demak Eisti’anah, di dampingi Wakil Bupati Ali Maksun, Sekretaris Daerah Akhmad Sugiharto, dan unsur Forkopimda Komandan Distrik Militer (Dandim) 0716/ Maryoto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Andri Kurniawan, meninjau gudang logistik pemilu yang berlokasi di Gedung IPHI, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Rabu (7/2/24).

Pada kunjungan tersebut Bupati dan Forkopimda di sambut langsung oleh Ketua KPU Demak Siti Ulfaati beserta anggota KPU.

Bupati Eisti’anah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan kekhawatirannya terkait dengan beberapa lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang rawan banjir. Ia menekankan pentingnya identifikasi dan mitigasi risiko untuk memastikan pemilu dapat berlangsung lancar dan aman di semua lokasi, termasuk di area yang memiliki risiko tinggi terkena banjir.

“Kita koordinasi dengan KPU dan sudah memetakan daerah rawan bencana ini adalah berkaitan dengan ROB. Tetapi dengan adanya waktu kita bersama mulai dari kemarin terjadi bencana banjir ada di beberapa titik dan semalam semakin luas lagi karena kiriman air dari atas. Tentunya ini kita sudah berkoordinasi dengan KPU mungkin kejadian terburuk untuk memindahkan TPS yang sudah di rencanakan KPU. Sehingga kita terus koordinasi dan selalu support, sehingga nanti pelaksanaan pemilu di 14 Februari bisa berjalan aman, lancar dan kondusif”, kata Bupati Demak

Logistik KPU Aman

Bupati menambahkan Kalau dilihat dari kondisi keamanan tadi berlapis lapis pengamannya. Insyaallah dengan perlindungan dan kewaspadaan teman-teman KPU bisa aman. Tetapi namanya bencana kita tidak tahu insyaallah masih kondisi aman karena berlapis-lapis plastik tadi pengamannya di dalam juga ada plastik lagi.

Ketua KPU Demak Siti Ulfaati mengungkapkan bahwa pihak KPU sudah memetakan terkait TPS rawan rob maupun banjir.

“Di data kami memang ada 106 tetapi kemarin kami mendapat kan laporan dari teman-teman PPK maupun PPS jadi ada beberapa titik, misalnya di Kebonagung itu di laporkan kepada kami ada 7 titik yang posisinya dia terkena banjir. Artinya memang kami harus melakukan pemutakhiran terkait data tersebut dan kami memang berencana mengundang PPK dan PPS”, kata Ulfa

Lanjutnya, “Dari hasil itu nanti kami akan melakukan diskusi, dan kami juga akan melaporkan kepada pemda terkait data tersebut dan kita akan bareng-bareng bagaimana mengupayakan terkait mitigasi agar pemilu tetap berjalan, dan tentunya logistik kita tetap aman”, tutupnya (Komf/Ry-Apj)