Dinpermades P2KB Demak Gelar Diklat untuk Perkuat Kompetensi Aparatur dan Dukung Desa Mandiri

DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinpermades P2KB) Kabupaten Demak menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai berdasarkan tugas dan fungsi pada Rabu, 17 Juni 2026, bertempat di Gradhika Bina Praja.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Demak dan dihadiri oleh Wakil Bupati Demak, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Plt. Kepala Dinpermades P2KB beserta jajaran, pegawai Dinpermades P2KB, serta Koordinator Lapangan Balai Penyuluhan Keluarga Berencana dari 14 kecamatan se-Kabupaten Demak.

Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinpermades P2KB Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dinas dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara mudah, cepat, dan tidak berbelit-belit. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, menyamakan persepsi, serta memperkuat visi dan misi dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia juga menegaskan pentingnya kekompakan dalam organisasi sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan tugas. Diharapkan seluruh peserta mampu mengikuti kegiatan dengan baik dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pekerjaan sehari-hari.

Bupati Demak dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme aparatur. Ia menekankan bahwa tantangan pembangunan yang semakin kompleks menuntut aparatur untuk bekerja secara adaptif, inovatif, kolaboratif, dan responsif.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Dinpermades P2KB memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat dan desa, pengendalian penduduk, pembangunan keluarga, serta percepatan penurunan stunting. Oleh karena itu, melalui diklat ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial serta memperkuat sinergi lintas sektor.

Bupati juga menekankan penerapan nilai-nilai SIGAP (Senyum, Ikhlas, Gigih, Akuntabel, dan Prima) sebagai budaya kerja dalam memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan berkualitas. Ia menyampaikan bahwa capaian penurunan stunting di Kabupaten Demak menunjukkan hasil yang baik di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan diharapkan terus menurun secara signifikan.

Sementara itu, Wakil Bupati Demak dalam arahannya menyampaikan bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Desa mandiri diharapkan mampu mengelola potensi lokal, memperkuat kelembagaan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan prioritas nasional yang harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemenuhan gizi remaja putri hingga pemantauan tumbuh kembang balita. ASN diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai BerAKHLAK serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Demak menambahkan bahwa peningkatan kapasitas aparatur merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Aparatur dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi, menjaga disiplin, serta beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Tema kegiatan mengenai pembangunan etos kerja efektif untuk mewujudkan desa mandiri dan keluarga sejahtera dinilai sangat relevan, mengingat keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Dinpermades P2KB juga didorong untuk terus mengoptimalkan potensi desa, memperkuat BUMDes, serta memanfaatkan teknologi dalam pelayanan.

Melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan kompetensi, memperkuat integritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam mendukung terwujudnya desa mandiri dan generasi bebas stunting di Kabupaten Demak. (Prokompim)