Kepala Desa Diminta Antisipasi Omicron Di Wilayah Kecamatan Wonosalam

DEMAK - Pemerintah belum mencabut situasi darurat covid 19, jadi pandemi belum dinyatakan usai. Wabah covid yang kemudian berevolusi menjadi Omicron penyebarannya seperti rembesan air yang mengalir menuju berbagai arah yang hendak masuk ke suatu wilayah. maka upaya yang bisa diperbuat tidak ada lain adalah berusaha menutup celah yang bisa diantisiapasi bersama.

Dalam rangka melakukan kegiatan antisipasi bersama tersebut, para Kepala Desa di Wilayah Kecamatan Wonosalam hari ini Jumat (11/2) melakukan rapat koordinasi lintas sektoral yang dihadiri oleh Kapolsek, Danramil, Sekcam dan Kepala Puskesmas dan Kepala Urusan Agama setempat.

Antisipasi ini dilakukan untuk mencegah bertambahnya angka penderita suspect covid di Wilayah Kecamatan Wonosalam berdasarkan data di rumah sakit ada tiga orang penderita.

Rapat koordinasi kali ini dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan Wonosalam Mudji Santoso, SH. MH, mewakili Camat Wonosalam dalam sambutannya menyampaikan langkah antisipatif ini diperlukan agar pekerjaan masyarakat sehari-hari tidak terganggu kembali oleh covid 19.

Sementara itu Danramil Wonosalam Kapten Inf. Eto Sulistyono menyampaikan bahwa nama Omicron adalah sesuatu yang baru, varian dari covid 19. sejujurnya diakui bahwa masyarakat sudah jenuh dengan covid 19 namun sebagai aparatur pemerintah merasa berdosa jika membiarkan masyarakat menjadi korban dengan tidak melakukan upaya apapun.

Sedangkan Kapolsek Wonosalam AKP. Rusmanto menyinggung tentang disiplin waktu, baginya orang yang biasa mengulur waktu maka bisa ditebak hasil kerjanya pun akan mundur.

Dalam hal penanganan covid sebenarnya pemerintah desa sudah paham apa yg harus dilakukan, namun jangan pernah bosan menyampaikan sesuatu yang baik yang menjadi tanggungjawab pimpinan desa.

Diantaranya menghimbau kepada takmir masjid saat sholat jumat untuk tetap pakai masker dan disiapkan maskernya, anggaranya dari Dana Desa. selain itu selalu melakukan penyemprotan di kantor-kantor desa, dan di pasar desa dipastikan bisa melakukan karena ada anggarannya.

Tempat Isolasi mandiri agar diaktifkan kembali, lakukan isolasi terpadu jika ada yang suspect covid 19, namun apabila tidak mau tetap dipantau itu menjadi tanggungjawab satgas desa, dan kepala satgas adalah kepala desa.

Menurut dr. Maria Ulfa Kepala Puskesmas Wonosalam I Kabupaten Demak saat ini masih dalam Level satu, untuk mencapai itu dibutuhkan capaian-capaian khusus diantaranya hasil vaksinasi tahap pertama minimal 70% dan tahap kedua 60% didukung hasil screning di RS yang rendah capaian ini harus dipertahankan.

Maka dibutuhkan kerjasama semua pihak agar bisa mendorong bagi warga yang belum divaksin agar bersedia vaksin. seperti yang disampaikan wakil kepala KUA Sukron, menyampaikan bahwa Kementerian Agama pusat adalah acuan bagi KUA dimana setiap pemohoN nikah wajib PCR, namun jika keberatan PCR di KUA diwajibkan bagi calon pengantin dan walinya harus sudah divaksin. (Wonosalam/sam)