Koordinasi Strategi Kemitraan dalam Membangun Pariwisata

DEMAK – Dinas Pariwisata Kabupaten Demak telah mengambil langkah konkret dalam menggalang kemitraan strategis untuk memperkuat sektor pariwisata di Demak. Dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang pada hari Kamis, (1/1/24).

Dalam pertemuan yang berlangsung, turut hadir Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini bersama dengan tim yang disambut hangat oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab.Malang, Purwoto.

“Langkah Koordinasi yang kali ini kami langsungkan, merupakan kesepahaman dan kesepakatan bersama pegawai Dinas Pariwisata Demak dalam rangka memajukan industri pariwisata di Demak”, kata Endah

Lanjutnya, koordinasi ini juga merupakan tanggapan atas tantangan global yang dihadapi oleh industri pariwisata di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Hingga, penting untuk menyadari konsep koordinasi serta kolaborasi dalam memperkuat sektor pariwisata antar daerah yang nantinya akan berdampak dalam pemulihan sektor ekonomi yang berkelanjutan.

Ditambahkan olehnya, salah satu fokus utama dari pertemuan tersebut adalah membangun infrastruktur pariwisata yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan. Tidak hanya itu, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya kemitraan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal dalam mempromosikan destinasi pariwisata di tingkat lokal.

“Kemitraan strategis adalah kunci dalam membentuk masa depan pariwisata yang lebih tangguh dan berkelanjutan”, kata Purwoto

Lanjutnya, diperlukan serangkaian program pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, termasuk pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di sektor pariwisata.

Dirinya pun menambahkan, bahwasannya investasi dalam SDM adalah investasi jangka panjang yang akan memperkuat fondasi industri pariwisata kita. Untuk itulah, adanya ketersediaan SDM yang matang dan mumpuni mampu mendukung komitmen dalam membangun sektor pariwisata yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di Kabupaten masing-masing. (Dinparta/jm/JKV)