Kupat Dan Lepet Sajian Khas Lebaran Kupat

DEMAK - Menjelang lebaran kupat atau bodho kupat yang sudah menjadi tradisi masyarakat jawa setelah tujuh hari Idul fitri. Penjualan ketupat di pasaran meningkat, seiring permintaan masyarakat. 
Tidak hanya kupat yang merupakan makanan khas pada tanggal 7 syawal, namun ada lontong dan lepet yang terbuat dari bahan beras ketan dan santan yang dibungkus dengan janur kelapa. 
Pantauan di pasaran harga janur kelapa untuk pembungkus kupat dan lepet per lembarnya mencapai 300 rupiah hingga 400 rupiah. Namun juga ada yang menjual selongsong kupat yang sudah siap di isi beras dengan harga 6.000-7.000 rupiah per 10 biji. 
Namun demikian warga yang ingin menikmati kupat maupun lepet tidak harus repot membikinnya, karena juga sudah banyak penjualnya dalam kondisi matang dan siap disajikan. 
"Untuk harga kupat, lontong dan lepet sudah mateng dan siap dimakan kita jual dengan harga 2.000 -3.000 rupiah tergantung ukuranya, jadi gak perlu repot membuat dan merebusnya cukup mudah beli saja" Kata mbah Siti yang berjualan di sekitar pasar bintoro. 
Turut laris dalam menyambut bodho kupat yakni kelapa, untuk bahan santan opor dan lepet. Menurut Edikus pedagang kelapa Harga kelapa untuk ukuran kecil Rp. 13.000 dan yang besar Rp. 15.000,-
"Untuk kelapa juga rame dipasaran meskipun harganya naik tapi gak seberapa hanya kisaran 1.000 rupiah warga tetap membelinya karena dibutuhkan saat lebaran seperti ini " Jelas Edikus. 
Lepet, kupat dan lontong merupakan makanan khas yang sudah menjadi tradisi untuk disajikan dan dinikmati saat umat muslim merayakan Idul Fitri, tak ketinggalan opor ayam dan sambal goreng sebagai lauk pelengkapnya. (Kominfo / rd)