Optimalisasi UHC 2026, Dinkesda Demak Perkuat Sinergi JKN untuk Jamin Akses Kesehatan Masyarakat
DEMAK — Dalam upaya memperkuat jaminan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak menggelar kegiatan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam Optimalisasi Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Labkesda Demak, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Ketua Tim Pengelolaan Pendanaan Kesehatan, perwakilan Dinas Sosial dan P2PA Kabupaten Demak, bendahara JKN se-Kabupaten Demak, serta tim pengelola pendanaan kesehatan.
Universal Health Coverage (UHC) merupakan salah satu pilar penting dalam sistem kesehatan, yang menjamin seluruh masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang komprehensif — meliputi promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitative — tanpa mengalami beban finansial.
Di Kabupaten Demak, implementasi UHC diwujudkan melalui kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Daerah, yang menyasar masyarakat miskin dan rentan berdasarkan data kemiskinan desil 1–5.
Per Februari 2026, capaian UHC Kabupaten Demak telah mencapai 99,83%, menunjukkan hampir seluruh masyarakat telah tercover dalam sistem jaminan kesehatan nasional. Namun demikian, tingkat keaktifan peserta tercatat sebesar 79,62%, yang masih memerlukan perhatian dan upaya optimalisasi.
Penurunan keaktifan ini dipengaruhi oleh adanya penonaktifan peserta PBI Jaminan Kesehatan (PBI JK) pada periode Januari–Februari 2026.
Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat keaktifan peserta merupakan indikator penting dalam menjamin keberlanjutan akses layanan kesehatan.
Sebagai langkah strategis, Dinkesda Demak telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kembali keaktifan peserta, antara lain:
- Koordinasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Puskesmas
- Pelaksanaan kegiatan reaktivasi peserta PBI JK
- Penguatan peran bendahara JKN dalam pengelolaan administrasi kepesertaan
- Optimalisasi validasi dan pemutakhiran data masyarakat miskin
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan keaktifan peserta sekaligus menjaga capaian UHC tetap optimal.
Selain fokus pada kepesertaan, kegiatan sosialisasi ini juga menekankan pentingnya tata kelola pendanaan kesehatan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Peran tim pengelola pendanaan kesehatan menjadi krusial dalam memastikan keberlangsungan program JKN, khususnya dalam pengelolaan PBI Daerah agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Demak menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem jaminan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.
Optimalisasi UHC tidak hanya tentang angka cakupan, tetapi juga memastikan seluruh peserta tetap aktif dan benar-benar dapat mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Dengan sinergi lintas sektor yang semakin kuat, Kabupaten Demak optimis mampu mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, terlindungi, dan sejahtera sesuai dengan visi Demak Bermartabat, Maju, dan Sejahtera. (Kesmas_Promkes PM)
