Pemkab Demak Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah, Apresiasi Sekolah Adiwiyata

DEMAK - Pemerintah Kabupaten Demak terus menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dan satuan pendidikan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Mulyanto, A.P., M.Si., M.H., dalam kegiatan apresiasi bagi sekolah penerima penghargaan Adiwiyata.Selasa (06/01/2026),

Mulyanto menyampaikan bahwa penghargaan Adiwiyata merupakan bentuk apresiasi atas peran aktif sekolah dalam pengelolaan lingkungan, sekaligus upaya mendorong sinergi antara sekolah, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan seluruh elemen, terutama sejak dari lingkungan pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Demak juga menyerahkan dua unit dump truck kepada Dinas Lingkungan Hidup sebagai bentuk dukungan sarana prasarana pengelolaan sampah di daerah.

Sementara itu, Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, S.E., dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh sekolah yang berhasil meraih penghargaan Adiwiyata. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah hal yang mudah dan merupakan bukti nyata komitmen seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga masyarakat sekitar, dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Bupati menambahkan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan baik sejak dini, termasuk kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah. Ia menyoroti bahwa banyak bencana lingkungan berawal dari permasalahan sampah, sehingga kesadaran tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus tumbuh dari masyarakat.

“Sekolah diharapkan mampu mengajarkan kecintaan terhadap alam, membiasakan membuang sampah pada tempatnya, serta meminimalisir penggunaan plastik”, ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap semakin banyak sekolah di Kabupaten Demak yang meraih Adiwiyata, sehingga mampu meminimalisir potensi bencana lingkungan. Ia juga mendorong pengelolaan sampah di tingkat desa agar sampah dapat diselesaikan di desa masing-masing, tanpa harus dibawa ke TPS yang jauh yang berpotensi menambah beban anggaran.
Optimalisasi bank sampah juga diharapkan dapat semakin dimasifkan. Bantuan yang diberikan, baik kepada sekolah maupun desa, diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Demak. (Prokompim)