Baperida dan Dinpertan Pangan Demak Diseminasikan Inovasi Smart-Dorm Box untuk Percepatan Dormansi Bawang Merah

DEMAK – Baperida bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menyelenggarakan kegiatan diseminasi inovasi Smart-Dorm Box (SDB), yaitu alat pemercepat dormansi bawang merah berbasis termoterapi dan injeksi gas asetilen, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Demak dan bertujuan menjembatani hasil inovasi serta teknologi tepat guna agar dapat diterapkan secara lebih luas oleh petani.

Kegiatan ini diikuti oleh koordinator penyuluh, petugas penyuluh lapangan, serta kelompok tani bawang merah dari Kecamatan Demak dan Kecamatan Karanganyar. Narasumber dalam kegiatan tersebut meliputi Kepala Bidang Litbang Baperida Demak, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, serta Nurul Arifin selaku inovator Smart-Dorm Box.

Dalam pemaparannya, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bapak Heri Wuryanta, S.TP., M.P., menjelaskan peran strategis komoditas bawang merah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Meskipun Kabupaten Demak merupakan salah satu sentra penghasil bawang merah terbesar di Jawa Tengah, petani masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), cuaca ekstrem dan banjir, kejenuhan lahan, hingga lamanya masa dormansi umbi yang dapat mencapai dua sampai tiga bulan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan modal petani tertahan serta meningkatkan risiko penyusutan hasil panen.

Sebagai salah satu solusi atas permasalahan tersebut, diperkenalkan inovasi Smart-Dorm Box (SDB) dari Baperida. Alat berbasis mikrokontroler ini dirancang untuk merekayasa mikroiklim melalui kombinasi termoterapi, injeksi gas asetilen, dan sistem flushing udara otomatis.

Smart-Dorm Box memiliki sejumlah keunggulan. Masa dormansi umbi yang secara konvensional berlangsung sekitar 60–90 hari diklaim dapat dipersingkat menjadi 23 hari. Dari sisi efisiensi, alat ini menggunakan daya sekitar 100–150 watt dan berpotensi menghemat biaya bibit hingga 40%, sekaligus menekan kerugian akibat penyusutan bobot umbi.

Penerapan inovasi ini juga dirancang secara fleksibel. Smart-Dorm Box dapat dikelola secara komunal melalui kelompok tani, BUMDes, maupun sebagai layanan jasa pematahan dormansi secara mandiri.

Melalui kegiatan diseminasi ini, diharapkan inovasi Smart-Dorm Box dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan bibit bawang merah secara lebih efisien. Sinergi penerapan teknologi modern, penggunaan benih berkualitas seperti True Shallot Seed (TSS), rotasi tanaman, serta pengelolaan pascapanen yang optimal diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani bawang merah di Kabupaten Demak, sekaligus mendukung kedaulatan bibit dan ketahanan pangan nasional. (pertan)