Sekda Demak “Kesuksesan Profesi Anak Tak Berarti Tanpa Landasan Agama yang Kuat”

DEMAK – Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, S.T., M.T., menghadiri Pengajian Umum dalam rangka Haflah Akhir Sanah dan Wisuda TPQ serta Madin Miftahul Ulum, Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Kamis malam (5/2/2026).

​Dalam sambutannya, Sekda menekankan bahwa keberhasilan seorang anak di masa depan tidak hanya diukur dari pencapaian profesi semata, melainkan dari kedalaman karakter dan pemahaman agamanya.

​”Kesuksesan profesi anak tidak akan berarti tanpa landasan agama yang kuat. Santri wajib melanjutkan pendidikan dan menyeimbangkan antara ilmu agama dengan IPTEK untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat”, ujar Akhmad Sugiharto di hadapan para wali santri dan tokoh masyarakat.

​Momen Kontemplasi dan Kado Ramadan
​Sekda menyampaikan bahwa momentum Akhirussanah harus dijadikan ruang kontemplasi atau perenungan atas apa yang telah dicapai dan apa yang akan direncanakan di masa depan. Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas khataman Al-Qur’an para santri yang dinilainya sebagai kado indah menyambut bulan suci Ramadan.

​”Ini adalah kebanggaan luar biasa bagi orang tua. Kami berterima kasih kepada para pengajar atas keikhlasannya mendidik, karena langkah ini adalah upaya nyata menjaga ‘ruh’ Kota Wali”, tambahnya.

​Lebih lanjut, Akhmad Sugiharto menyebut TPQ dan Madin Miftahul Ulum sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Demak dalam menjaga nilai “Demak Religius”, Menurutnya, lembaga pendidikan keagamaan adalah garda terdepan dalam menanamkan adab dan akhlak mulia sejak dini.

​Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu memercayakan pendidikan anak di TPQ maupun Madin guna mencetak generasi yang militan secara pengetahuan, namun tetap memiliki watak budi pekerti luhur.

​Himbauan Kondusifitas Menjelang Ramadan
​Menutup arahannya, Sekda mengajak seluruh warga Berahan Wetan untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban (kondusifitas) lingkungan, terutama menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari.

​”Mari kita junjung tinggi sikap empati, gotong royong, dan kerukunan antarwarga agar ibadah kita di bulan Ramadan nanti berjalan dengan tenang dan khidmat”, pungkasnya. (Prokompim)